Karya Nyata Sepenggal Catatan dari Seorang Sahabat

Karya Pena.co – Di tengah kehangatan suasana Idul Fitri, momen spesial hadir dengan perpaduan antara perayaan ulang tahun dan karya nyata. Sebuah buku berjudul “Lima Puluh Tahun Bercerita” karya Hj. Lina Nur Sylvia, A.Md., resmi diluncurkan sebagai persembahan istimewa menyambut ulang tahun ke-50; H. Yogie Mochamad, S.E., M.M.

Acara yang penuh makna ini berlangsung di Grand Ciwareng Inn Hotel and Resort, Jalan Kopi Ciwareng, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, pada Senin, 30 Maret 2026. Hadir dalam acara tersebut keluarga, sahabat, serta rekan-rekan seperjuangan, menjadikan momen ini bukan sekadar peluncuran buku, melainkan wujud nyata ikatan persaudaraan yang kokoh.

Tampak hadir juga sejumlah Inohong Purwakarta seperti, Lily Hambali Hasan, Dudung B. Supardi, Uda Herman, Yadi Rusmayadi dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Selain itu, Ketua DPD Golkar Kabupaten Purwakarta, Anne Ratna Mustika tampak hadir menyapa melalui panggilan video.

H. Yogie Mochamad sendiri dikenal sebagai politisi Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua DPK Kosgoro 1957 Kabupaten Purwakarta. Sosoknya yang memiliki jejak panjang di dunia politik dan organisasi, kini diabadikan dalam lembaran tulisan yang menyentuh hati.

Baca Juga:  UPI Purwakarta Bangun Gedung Lima Lantai, Target Rampung Juli 2026

Dalam keterangannya, penulis buku, Hj. Lina Nur Sylvia, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. “Alhamdulillah, akhirnya Allah SWT berkenan dan memberikan izin karya tulis ini rampung sesuai harapan,” ucapnya.

Lina menjelaskan bahwa buku setebal 50 halaman ini merupakan catatan perjalanan dan pengamatannya selama lima tahun terakhir mengenal sosok Kang Yogie, sapaan akrab H. Yogie Mochamad. Tulisan ini dibuat dengan restu dari istri dan anak-anak beliau.

“Banyak yang bertanya, kenapa harus sosok Yogie yang saya tulis ceritanya? Jawabannya sederhana, buku ini adalah wujud rasa terima kasih yang tak terhingga,” tutur Lina.

Ia menceritakan, saat musibah datang dan ibunda tercinta berpulang ke Rahmatullah, tangan dingin dan ketulusan hati Kang Yogie beserta keluarga hadir memberikan kekuatan. Mulai dari kedatangan jenazah hingga pemakaman, serta bantuan dalam segala kebutuhan saat masa duka, menjadi titik balik yang membuat Lina merasa sangat terbantu.

“Walau tidak akan sebanding dengan semua pengorbanannya pada saat kami terpuruk, semoga karya tulis ini akan menginspirasi bagi jiwa-jiwa yang tulus,” tambahnya.

Teh Lina, yang juga Mantan Anggota DPRD Purwakarta itu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu terselesaikannya buku ini, khususnya Teh Haji Naely, Aa, dan De Faiz. Ia memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyusunan karya tersebut.

Baca Juga:  Parade Drum Band Terbanyak, Purwakarta Ukir Sejarah dengan Rekor MURI

“Mohon maaf jika dalam penulisan karya ini jauh dari kata sempurna. Semoga semua waktu dan pikiran yang dicurahkan mendapatkan hikmah dan manfaat,” ujarnya.

Dengan penuh optimisme, Lina juga berpesan, “50 tahun lagi insyaAllah bercerita.” Sebuah harapan agar kebaikan, inspirasi, dan jejak langkah yang tulus akan terus terukir, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa-masa yang akan datang.

Barakallah fii umrik untuk Kang Haji Yogie Mochamad, semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemampuan untuk terus berkarya serta mengabdi kepada masyarakat.

Nilai Persahabatan yang Menginspirasi

Sementara, Kang Yogie dalam keterangannya mengatakan bahwa persahabatan yang tulus adalah anugerah yang memperkaya hidup. Hal ini tercermin dalam ucapan Kang Yogie yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas niat baik Bu Hajjah Lina.

Kehadiran dan perhatian beliau, terlebih lagi melalui pemberian buku istimewa berjudul “Lima Puluh Tahun Bercerita”, menjadi bukti ikatan batin yang kuat dan penuh makna. Karya tersebut bukan sekadar bacaan, melainkan kenang-kenangan abadi yang merekam jejak perjalanan waktu.

Baca Juga:  Panita Pastikan Acara Mukab Kadin Purwakarta Berjalan Lancar

Bagi Kang Yogie, persahabatan sejati bukan hanya tentang kesamaan pandangan, melainkan kemampuan untuk saling melengkapi. Ia mengutip pesan bijak Jalaludin Rumi, bahwa mencari teman tanpa cela berarti bersiap untuk hidup sepi selamanya. Kebenaran persahabatan terletak pada penerimaan, tapi menerima kelebihan maupun kekurangan satu sama lain dengan hati yang lapang.

“Semoga ikatan persahabatan yang indah ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Mari bangun relasi yang sehat dan saling menguatkan, sehingga dari persahabatan yang baik dapat lahir karya-karya terbaik yang bermanfaat bagi sesama,” demikian Kang Yogie. (**Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *