Jalan Cimuntuk Mulus: Angin Segar Bagi Ekonomi Warga Sukatani

Purwakarta Karya Pena.co – Jalan bukan sekadar urusan batu dan aspal. Jalan adalah urusan kehidupan, penghidupan, dan harapan. Rampungnya perbaikan infrastruktur ruas jalan yang menghubungkan Pertigaan Cimuntuk, Desa Sukatani hingga Kampung Kebon Kalapa, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, telah membawa angin segar yang menyejukkan wajah sekaligus menguatkan langkah perekonomian warga di sekitarnya.

Dengan panjang mencapai 2,1 kilometer dan didukung anggaran Rp8,2 miliar bersumber dari APBN, pembangunan ini bukan sekadar memperbaiki permukaan yang rusak. Ia telah membuka pintu kemungkinan-kemungkinan baru bagi pertumbuhan ekonomi yang berakar di tanah desa dan berpihak pada rakyat kecil.

Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi Partai Nasdem, Astri Novita Sari, menyampaikan bahwa perubahan yang dirasakan masyarakat bukanlah hal yang sepele. Kondisi jalan yang dulunya berlubang, bergelombang, dan menyulitkan setiap langkah kehidupan, kini telah berubah mulus dan nyaman dilalui.

“Jalan yang baik mempersingkat waktu, memangkas biaya, dan meluaskan harapan. Apa yang dulunya terasa jauh dan berat, kini terasa dekat dan ringan,” kata Astri, kepada awak media, belum lama ini.

Baca Juga:  Utang DBHP Sebesar Rp.19,7 Miliar Milik Pemkab Purwakarta Dipastikan Om Zein Akan Dibayar Bulan Ini

Menurutnya, penurunan waktu tempuh perjalanan warga menuju pusat perniagaan maupun tempat kerja bukan sekadar angka di jam.

Secara langsung hal itu memangkas biaya operasional kendaraan serta biaya logistik pengangkutan barang, penghematan yang nyata terasa di saku petani, pedagang, dan pelaku usaha kecil.

Setiap rupiah yang tersimpan dari penghematan biaya transportasi adalah rupiah tambahan untuk kebutuhan keluarga, untuk menambah modal usaha, atau untuk masa depan anak-anak.

Dampak paling nyata dirasakan oleh mereka yang menggantungkan hidup dari tanah dan kerajinan tangan. Akses jalan yang mulus mempermudah mobilitas kendaraan pengangkut hasil pertanian, perdagangan, dan kebutuhan pokok.

“Hasil kebun tidak lagi terbuang di jalan karena terlambat tiba di pasar. Barang dagangan tidak lagi rusak di perjalanan. Arus distribusi dari dan menuju Sukatani kini mengalir lurus, tanpa hambatan, tanpa kerugian,” kata Teh Astri.

Baca Juga:  DPRD dan Bupati Purwakarta Sepakat Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2026 Sebesar Rp.2,4 T Ditandatangani

Lancarnya arus lalu lintas dan tingginya kenyamanan pengendara yang melintas turut mendongkrak potensi ekonomi pelaku usaha di sepanjang jalur Cimuntuk hingga Malangnengah.

Jalan yang baik memperluas jangkauan pasar, mempererat interaksi ekonomi antarwarga, dan membuka peluang-peluang baru yang dulunya tertutup kerusakan infrastruktur.

Pada akhirnya, jalan yang baik melahirkan manusia yang lebih produktif. Dengan kenyamanan mobilitas yang terjamin, masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari dengan lebih bersemangat dan efisien.

“Sektor perdagangan tumbuh karena arus barang lancar dan biaya turun. Sektor jasa berkembang karena akses mudah menarik peluang baru masuk ke wilayah desa. Konektivitas antarwilayah menguat, desa tidak lagi terasing dari pusat pertumbuhan ekonomi dan Pemerataan kesejahteraan didorong, manfaat pembangunan dirasakan hingga ke pelosok kampung,” beber Teh Astri.

Menurutnya, setiap meter jalan yang diperbaiki adalah langkah menuju pemerataan. Setiap rupiah yang dikelola untuk infrastruktur yang benar-benar dirasakan rakyat, adalah investasi bagi masa depan yang lebih adil dan makmur.”

Baca Juga:  Wartawan Purwakarta Tolak "Duit Receh" Pemda , Minta Anggaran Kerja Sama Dihapus Total!

Perbaikan ruas jalan Cimuntuk-Malangnengah membuktikan bahwa ketika pembangunan menyentuh tanah rakyat secara nyata, dampaknya tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi terasa hingga ke dapur keluarga-keluarga di desa.

“Semoga jalan mulus ini senantiasa membawa kemudahan, melahirkan kemajuan, dan menjadi saksi bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang dirasakan oleh mereka yang tinggal di pinggir-pinggir desa,” demikian Astri Novita Sari.

(**Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *