Purwakarta Karya Pena.co – Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung dan berpotensi menekan ketersediaan air di berbagai wilayah, Perum Jasa Tirta II (PJT II) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG), PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, serta PT PLN Nusantara Power
UP Cirata melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahun 2026 di Wilayah Sungai Citarum.
Program tersebut menjadi salah satu langkah kolaboratif pemerintah dan para pemangku
kepentingan dalam menjaga ketersediaan air selama musim kemarau, sehingga fungsi
strategis Waduk Kaskade Citarum tetap terjaga untuk mendukung ketahanan air, ketahanan
pangan, dan ketahanan energi nasional.
Pelaksanaan OMC diawali dengan Kick Off Meeting Operasi Modifikasi Cuaca Tahun 2026 di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (30/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Kementerian PU Dwi Agus Kuncoro, perwakilan TNI AU, Plt. Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Madji, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II Anton Mardiyono, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso mengatakan, bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca merupakan bentuk dukungan PJT II terhadap langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang tengah berlangsung.
“Perum Jasa Tirta II melaksanakan program Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang sedang terjadi guna mendukung ketahanan pangan nasional, sebagaimana mandat Presiden Republik Indonesia,” ujar Imam.
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktur Jenderal Sumber Daya Air dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan yang diselenggarakan pada 29 Juli 2026.
Menurut Imam, salah satu sasaran utama pelaksanaan OMC adalah meningkatkan volume
tampungan air pada tiga Waduk Kaskade Citarum, yaitu Waduk Saguling, Waduk Cirata,
dan Waduk Jatiluhur.
“Dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca ini diharapkan ketersediaan air di Wilayah
Sungai Citarum dapat meningkat melalui penambahan volume tampungan pada tiga Waduk
Kaskade Citarum, Hal ini penting untuk menjaga pola operasi waduk selama musim kemarau sehingga ketersediaan air tetap terjaga guna mendukung ketahanan air, pangan,
dan energi dalam skala nasional,” jelasnya.
Operasi Modifikasi Cuaca akan dilaksanakan oleh PT Rekayasa Atmosphere Indonesia selama lima puluh hari secara bertahap. Pelaksanaannya dilakukan secara responsif berdasarkan hasil analisis dan rekomendasi BMKG terhadap potensi pertumbuhan awan hujan sehingga penyemaian awan dapat dilakukan pada waktu dan lokasi yang paling efektif.
Program ini didanai oleh Perum Jasa Tirta II, PT PLN Nusantara Power UP Cirata, dan PT
PLN Indonesia Power UBP Saguling sebagai pengelola Waduk Kaskade Citarum.
Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi pemerintah dan para pemangku kepentingan
dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Citarum.
Melalui koordinasi lintas instansi dan dukungan berbagai pihak, Operasi Modifikasi Cuaca Tahun 2026 diharapkan mampu mengoptimalkan tampungan air di Waduk Kaskade Citarum sehingga pasokan air tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, serta mendukung keberlanjutan penyediaan energi nasional selama musim kemarau.
(**Bert )












