Korban Kecelakaan di Jalan Tanpa Rambu Lalu Lintas Keluhkan Perhatian Pemerintah

karya Pena.co – Jalan Raya Irigasi yang melintas di Kampung Cihideung, Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Purwakarta, kini menjadi lokasi yang mengingatkan akan bahaya yang mengintai pada jalan raya yang tidak memiliki fasilitas lalu lintas memadai.

Akhtar Haidar Putra Djabar (11), seorang pelajar dari Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, menjadi korban kecelakaan di jalan tersebut dan kini tidak dapat berjalan normal seperti sebelum kejadian.

Daseng, kakek dari Akhtar, dengan nada khawatir mengutarakan keluhan kepada awak media mengenai kondisi jalan yang dinyatakan sebagai salah satu penyebab kecelakaan cucunya.

Baca Juga:  Purwakarta Istimewa: Lebih dari Sekadar Mimpi, Sebuah Janji di Gedung Ciganea

“Salah satu penyebab cucu saya kecelakaan, karena pemerintah tidak memasang rambu-rambu di jalan tersebut dan dalam kondisi gelap tanpa penerangan,” ujar Daseng yang juga merupakan warga Cihideung.

Ia berharap pihak pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serta bantuan kepada keluarga yang sedang menghadapi kesulitan akibat kejadian tersebut.

Berdasarkan Surat Keterangan Kecelakaan Lalu Lintas dengan Nomor SKKLL /126/11/KL/2026/Lantas, kejadian tersebut terjadi pada Hari Senin tanggal 16 Februari 2026 sekitar jam 16.30 WIB. Kecelakaan lalu lintas tunggal ini melibatkan Kendaraan Sepeda Motor Honda Scoopy dengan nomor polisi T-6365-IR dan Akhtar sebagai pejalan kaki.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Purwakarta Berhasil Mengamankan Pelaku Penusukan Asep Budi.

Menurut kronologis yang tercatat, kendaraan sepeda motor tersebut sedang melaju dari arah Munjul menuju arah Jembatan Layang Sadang. Pada saat berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga pengendara sepeda motor telah menabrak Akhtar yang sedang berjalan di pinggir jalan bagian kiri, dilihat dari arah pergerakan kendaraan.

Akibat benturan tersebut, Akhtar mengalami Patah tulang kaki juga luka-luka pada bagian tubuhnya dan segera dirujuk ke Rumah Sakit AMIRA Purwakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  Buku "Keringatku Pengabdianku" Angkat Kisah Inspiratif Ustadz Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I

Kondisi jalan yang tidak memiliki rambu petunjuk maupun penerangan yang memadai menjadi titik fokus kekhawatiran keluarga korban terkait keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut.

 

(**Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *